
Cilacap, 30 Agustus 2025 – Di era informasi yang serba cepat, kemampuan literasi menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki generasi muda. Literasi tidak hanya berarti sekadar bisa membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, serta menyampaikan informasi secara kritis dan kreatif. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan literasi dan keterampilan menulis di kalangan siswa adalah melalui kegiatan jurnalistik.
Pelatihan jurnalistik di MAN 1 Cilacap diikuti oleh puluhan peserta anggota ekstrakurikuler Jurnalistik serta siswa-siswi yang memiliki minat di bidang kepenulisan. Pelatihan ini dilaksanakan pada 28-30 Agustus 2025 bertempat di Ruang Multimedia.
Bagi sebagian siswa, dunia jurnalistik mungkin terdengar asing. Namun, melalui pelatihan ini mereka diajak untuk menyelami bagaimana sebuah berita lahir, dari mencari informasi hingga menulisnya menjadi bacaan yang menarik. Namun, Jurnalistik bukan hanya sekedar melahirkan berita, tetapi juga tentang melatih keterampilan literasi yang komprehensif: membaca, memahami, menulis, dan berpikir kritis serta menyiapkan generasi muda yang literat, kritis, kreatif, dan berkarakter.
Jurnalistik melatih siswa untuk membaca dengan kritis, mengamati lingkungan sekitar, dan menuliskannya dalam bentuk berita, artikel, atau feature. Proses ini membuat siswa terbiasa mengolah informasi dari berbagai sumber, memilah fakta dari opini, dan menyajikannya kembali dalam bahasa yang mudah dipahami.
Kegiatan jurnalistik menuntut siswa menulis secara teratur. Menulis bukan hanya menuangkan kata-kata, tetapi juga melatih kemampuan berpikir sistematis dan logis. Saat menyusun berita, siswa belajar menyusun struktur 5W+1H, memilih kata yang tepat, serta menjaga objektivitas. Inilah keterampilan literasi tingkat lanjut yang sangat berguna untuk menghadapi tantangan zaman.
Seorang jurnalis dituntut peka terhadap peristiwa di sekitarnya. Dengan terlibat dalam kegiatan jurnalistik, siswa terbiasa mengamati, peduli terhadap isu sosial, serta berani menyuarakan kebenaran. Hal ini menjadikan literasi bukan sekadar keterampilan akademis, tetapi juga bekal karakter yang kuat.
Tidak ada tulisan yang baik tanpa bacaan yang banyak. Melalui jurnalistik, siswa didorong untuk memperkaya referensi dengan membaca berita, artikel, maupun literatur lain. Dengan demikian, minat baca siswa pun meningkat seiring dengan kebutuhan mereka untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan narasumber dari Suara Merdeka yang berpengalaman dalam dunia pers. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik menulis berita, mengenal struktur 5W+1H, cara melakukan wawancara, hingga pentingnya etika dalam dunia pers.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias bertanya dan mencoba praktik menulis berita singkat berdasarkan peristiwa yang mereka amati. Kepala MAN 1 Cilacap, H. Sodikun, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mengasah kemampuan siswa di bidang literasi. “Jurnalistik melatih siswa berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, serta mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang baik dan benar. Keterampilan ini akan berguna tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Pelatihan jurnalistik di MAN 1 Cilacap bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka wawasan siswa bahwa menulis adalah bagian dari karya yang bisa menginspirasi banyak orang. Dari tangan-tangan muda inilah, diharapkan lahir jurnalis sekolah yang kelak akan menjadi penyampai informasi yang cerdas, kritis, dan penuh integritas, siap mengembangkan budaya literasi, memperkuat peran media sekolah, dan mengharumkan nama madrasah melalui karya tulis yang kreatif serta berkualitas.
