Cilacap, 20 Oktober 2026 — MAN 1 Cilacap menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bertema “Menumbuhkan Karakter Cinta Tanah Air melalui Karya Sastra” pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di GOR Gelora Mansaca tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengenal, mengapresiasi, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui karya sastra.
Kegiatan menghadirkan Yonas Suharyono sebagai narasumber yang mengajak murid-murid MAN 1 Cilacap untuk lebih dekat dengan dunia sastra. Dalam kegiatan tersebut, murid dikenalkan pada puisi dan pentigraf sebagai dua bentuk karya sastra yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan, mengekspresikan perasaan, serta menyampaikan pesan kepada pembaca secara kreatif dan bermakna.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Murid tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai sastra secara konseptual, tetapi juga didorong untuk berani mengembangkan ide dan mengolah pengalaman menjadi sebuah karya. Puisi menjadi media untuk menyampaikan perasaan dan pandangan terhadap berbagai persoalan, sedangkan pentigraf memberikan kesempatan kepada murid untuk membangun cerita secara ringkas dengan tetap menghadirkan pesan yang kuat.
Melalui proses tersebut, kegiatan kokurikuler ini tidak sekadar diarahkan pada kemampuan menghasilkan karya sastra. Lebih jauh, sastra ditempatkan sebagai sarana pendidikan karakter. Murid diajak memahami bahwa kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk melalui tulisan yang merefleksikan budaya, lingkungan, kehidupan sosial, keberagaman, serta nilai-nilai kebangsaan.
Karya sastra juga menjadi salah satu media yang efektif untuk menumbuhkan kepekaan murid terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya. Dengan membaca, mengapresiasi, dan menciptakan karya, murid belajar melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus mengembangkan empati terhadap sesama.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya MAN 1 Cilacap dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan berpikir, mengolah informasi, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai dan manfaat.
Melalui kegiatan bersama Yonas Suharyono, murid mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan kreatif. Mereka diarahkan untuk menjadikan pengalaman sehari-hari sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Dengan demikian, sastra tidak dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan, tetapi hadir sebagai bagian dari cara murid memahami diri, masyarakat, budaya, dan bangsa.
Kegiatan kokurikuler tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya sastra murid MAN 1 Cilacap yang kreatif, inspiratif, dan berbudaya. Pada saat yang sama, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi tercermin melalui sikap, kepedulian, dan karya nyata.
Melalui sastra, murid belajar bahwa mencintai tanah air dapat dilakukan dengan mengenal budayanya, menghargai keberagamannya, menjaga lingkungannya, serta menyuarakan gagasan positif melalui karya. Dari GOR Gelora Mansaca, semangat literasi dan cinta tanah air pun terus ditumbuhkan melalui kreativitas generasi muda madrasah.
