Website Resmi MAN 1 Cilacap

MAN 1 Cilacap Gelar Sosialisasi Adiwiyata tentang Pengelolaan Sampah dan Pengenalan Inovasi Eco Lindi


Cilacap — MAN 1 Cilacap menggelar kegiatan Sosialisasi Adiwiyata dengan tema “Pengelolaan Sampah Plastik, Kertas, dan Daun Kering serta Teknis Pembuatan dan Pemanfaatannya di Lingkungan Madrasah” pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam membangun kepedulian warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta Tim Adiwiyata MAN 1 Cilacap. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang membahas pengelolaan sampah secara terpilah dan pemanfaatannya agar memiliki nilai guna bagi lingkungan madrasah.
Dalam pemaparan materi, peserta dibekali pengetahuan mengenai tiga jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekolah, yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan daun kering. Sampah plastik diarahkan untuk dikumpulkan secara terpisah dan disalurkan kepada mitra pengelola atau bank sampah sebagai bahan daur ulang. Sementara itu, sampah kertas didorong untuk dimanfaatkan kembali, baik sebagai media pembelajaran, bahan kerajinan sederhana, maupun untuk didaur ulang.
Pada sesi berikutnya, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai teknis pengolahan daun kering menjadi kompos. Proses pembuatan kompos disampaikan secara sederhana, mulai dari pengumpulan dan pencacahan daun, pencampuran bahan pendukung, hingga proses penguraian yang membutuhkan pengaturan kelembapan dan waktu. Hasil kompos tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan madrasah, sehingga siklus pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain membahas pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, kegiatan sosialisasi ini juga memperkenalkan inovasi lingkungan yang diterapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, yaitu penyemprotan Eco Lindi sebagai solusi pengendalian bau sampah. Inovasi ini telah diterapkan di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap, termasuk di Kecamatan Wanareja, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Malabar.
Eco Lindi merupakan cairan hasil olahan organik yang memanfaatkan lindi atau air sampah sebagai agen pengurai bau. Cairan ini digunakan untuk membantu menetralkan bau menyengat yang biasanya muncul dari tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Selain efektif mengurangi bau, Eco Lindi juga bersifat ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik dan aman bagi lingkungan sekitar.
Pengenalan inovasi Eco Lindi dalam sosialisasi ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik dan seluruh warga madrasah mengenai berbagai upaya nyata yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menekan dampak lingkungan dari pengelolaan sampah. Melalui contoh penerapan Eco Lindi oleh DLH Kabupaten Cilacap, diharapkan peserta semakin memahami bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Penerapan Eco Lindi di wilayah TPA Malabar, Wanareja, dinilai mampu membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat di sekitar lokasi TPA, khususnya dalam mengatasi permasalahan bau sampah. Hal ini sejalan dengan semangat Program Adiwiyata yang menekankan pentingnya partisipasi aktif semua pihak dalam menjaga kualitas lingkungan.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Cilacap menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan di kalangan warga madrasah. Hasil sosialisasi akan ditindaklanjuti melalui pembiasaan memilah sampah di kelas dan kantor, penguatan peran kader lingkungan siswa, serta pemanfaatan kompos untuk penghijauan madrasah.
Kegiatan Sosialisasi Adiwiyata berlangsung dengan tertib dan lancar. Harapannya, seluruh materi yang telah disampaikan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan MAN 1 Cilacap, sehingga terwujud madrasah yang bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan.

Tinggalkan komentar