
Cilacap — Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran, MAN 1 secara konsisten melaksanakan program Literasi Bersama yang dilaksanakan rutin pada minggu kedua setiap bulan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X, XI, hingga XII, serta didampingi langsung oleh wali kelas masing-masing di ruang kelas.
Program Literasi Bersama menjadi bagian dari pembiasaan positif madrasah yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap kegiatan membaca, memperkuat kemampuan memahami teks, serta membentuk karakter siswa yang kritis, reflektif, dan komunikatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada jam awal pembelajaran agar siswa dapat memulai aktivitas belajar dengan suasana yang tenang, fokus, dan produktif.
Meskipun kegiatan literasi menjadi fokus utama pada minggu tersebut, pembiasaan keagamaan berupa tadarus Al-Qur’an dan doa Asmaul Husna tetap berjalan seperti biasa sebelum kegiatan literasi dimulai. Hal ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menyeimbangkan penguatan akademik dan spiritual siswa dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Setelah rangkaian tadarus dan doa Asmaul Husna selesai, siswa melanjutkan dengan kegiatan membaca berbagai jenis bahan bacaan sesuai minat dan kebutuhan, mulai dari buku pelajaran, karya sastra, artikel ilmiah populer, biografi tokoh, hingga buku pengembangan diri. Wali kelas berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator yang mengarahkan siswa dalam memilih bacaan, menjaga kedisiplinan, serta memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
Tidak hanya membaca, kegiatan literasi juga diikuti dengan aktivitas tindak lanjut berupa penulisan ringkasan singkat, refleksi isi bacaan, atau diskusi ringan antarsiswa. Beberapa wali kelas memanfaatkan momen ini untuk melatih siswa menyampaikan pendapat, bertanya, serta menanggapi isi bacaan secara lisan, sehingga kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada membaca, tetapi juga mencakup keterampilan berpikir kritis dan komunikasi.
Kepala MAN 1 menyampaikan bahwa program Literasi Bersama merupakan salah satu strategi madrasah dalam memperkuat karakter pelajar dan meningkatkan daya saing akademik siswa. Menurutnya, kebiasaan membaca yang dilakukan secara rutin dan terarah akan memberikan dampak jangka panjang terhadap prestasi belajar dan kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bijak. Melalui kegiatan rutin ini, kami berharap siswa MAN 1 tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki wawasan luas,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam mendukung Gerakan Literasi Madrasah serta penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamin, yang menekankan pada keseimbangan antara kecakapan intelektual, spiritual, dan sosial.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti kegiatan, memilih bahan bacaan, serta berpartisipasi dalam diskusi kelas. Banyak siswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membaca buku di luar materi pelajaran, sehingga dapat memperluas pengetahuan dan memperkaya sudut pandang mereka terhadap berbagai isu.
Dengan pelaksanaan yang terjadwal, melibatkan seluruh warga kelas, dan didampingi langsung oleh wali kelas, program Literasi Bersama di MAN 1 diharapkan mampu menjadi budaya positif yang terus berkembang dan menjadi ciri khas madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
